4 April 2011

gak pake judul ah

katakan aku memang aneh.
ya, aku adalah makhluk aneh.
namun mungkin hanya orang-orang tertentu yang tahu apa maksud dari keanehanku ini.

desingan dalam kepalaku mengatakan alasan itu. tapi aku hanya berusaha menutupi kupingku dengan berkata bahwa "aku baik-baik saja".

tentu saja aku tak bisa hidup seperti ini. bagaimana tertutupnya aku, aku butuh teman yang mendengarkan aku.

Beruntunglah ketika ada seorang teman yang membuka hati dan pikiranku ini. Dia berkata bahwa aku terlalu membatasi dalam hal apa saja aku bahagia. dia berkata bahwa pikiranku terlalu sempit dan picik. Dia berkata bahwa aku terlalu menganggap diriku tak lebih berharga daripada orang lain.

Oh Tuhan, ketika semua yang dia ucapkan memang benar adanya, rasanya dadaku sesak oleh perasaan bersalah pada diriku sendiri.
Ya, kamu betul kalau kamu bilang aku terlalu rendah diri.
aku terlalu merasa tak berharga.
Pikiranku sempit.

Ternyata ada gunanya ketika kamu membagi masalahmu terhadap manusia lainnya.
lain kali aku takkan berpikir sempit lagi, karena aku tak ingin menjadi manusia yang bodoh. Dan, aku tak akan membatasi pada hal apa saja aku berbahagia.

buang jauh sifat burukku ini.


terima kasih kepada : Sri Wulandari atas percakapan via telepon yang menguras air mataku pada pagi ini

2 komentar:

  1. semua jika disesuaikan porsinya akan memberi manfaat yg maksimal.
    begitu pula dengan keterbukaan.

    BalasHapus
  2. pastinya kak.

    hanya dalam kasus ini saya memang begitu bodoh untuk tak terbuka.
    :D

    BalasHapus