4 April 2011

gak pake judul ah

katakan aku memang aneh.
ya, aku adalah makhluk aneh.
namun mungkin hanya orang-orang tertentu yang tahu apa maksud dari keanehanku ini.

desingan dalam kepalaku mengatakan alasan itu. tapi aku hanya berusaha menutupi kupingku dengan berkata bahwa "aku baik-baik saja".

tentu saja aku tak bisa hidup seperti ini. bagaimana tertutupnya aku, aku butuh teman yang mendengarkan aku.

Beruntunglah ketika ada seorang teman yang membuka hati dan pikiranku ini. Dia berkata bahwa aku terlalu membatasi dalam hal apa saja aku bahagia. dia berkata bahwa pikiranku terlalu sempit dan picik. Dia berkata bahwa aku terlalu menganggap diriku tak lebih berharga daripada orang lain.

Oh Tuhan, ketika semua yang dia ucapkan memang benar adanya, rasanya dadaku sesak oleh perasaan bersalah pada diriku sendiri.
Ya, kamu betul kalau kamu bilang aku terlalu rendah diri.
aku terlalu merasa tak berharga.
Pikiranku sempit.

Ternyata ada gunanya ketika kamu membagi masalahmu terhadap manusia lainnya.
lain kali aku takkan berpikir sempit lagi, karena aku tak ingin menjadi manusia yang bodoh. Dan, aku tak akan membatasi pada hal apa saja aku berbahagia.

buang jauh sifat burukku ini.


terima kasih kepada : Sri Wulandari atas percakapan via telepon yang menguras air mataku pada pagi ini

doa = perubah takdir

Saya memang miliki seorang ibu yang begitu "keras" dalam agamanya. Ketika saya kecil dan begitu malas untuk shalat, mamahku akan membentak dan akan membuat aku beranjak ke kamar mandi mengambil wudhu. Efeknya pernah suatu ketika, ketika saya tak dibangunkan oleh orang2 di rumah dan bangun pukul enam pagi sehingga saya belum sholat subuh, saya pun langsung ngamuk dan menangis merasa berdosa.

beruntung memang mamah saya begitu rajin mengajarkan saya tentang ilmu agama. Meskipun hanya sebatas kemampuan beliau saja. Mamah selalu mengingatkan saya untuk terus berdoa. Bukan kali ini saja sih. kejadian yang paling membekas adalah kejadian kemarin ketika saya menyelesaikan skripsi ini. BERDOALAh!! hal itu terus keluar dari mulut mamahku.

karena rasa gelisah dan merasa kemampuan otakku yang memang pas pasan, aku berdoa selesai ku shalat. Dulu aku memang berdoa, tapi aku tak secara detail meminta kepada Tuhan, hal apa saja yang kuinginkan. Doaku ketika mengerjakan skripsi ini adalah agar aku diberikan penguji yang baik hati, penguji yang melontarkan pertanyaan yang aku mampu menjawabnya, penguji yang akan senang ketika melihat aku berada di depan mereka. Sering aku berdoa seperti itu.

dan ketika ujian sidang itu tiba, aku masih saja deg-degan bahkan dalam presentasiku ini suaraku terdengar bergetar. Namun ketika para penguji itu melihat skripsi yang aku bawa begitu keriting, sontak mereka pun tertawa. Entahlah, sidangku penuh dengan tawa. lagipula, saat aku tak mampu menjawab pertanyaan dari mereka, aku hanya menggeleng, dan para penguji begitu baik menyuruhku "oke, nanti cari saja sendiri".

bahkan hal yang paling penting dalam skripsiku yang begitu ditanyakan oleh penguji I, pembimbingku maju untuk membelaku. WOW, satu jam yang rasanya sebentar saja.

Para penguji itu ternyata memang ciptaan Tuhan. Saat rasanya kau tak mampu menghadapi seseorang, maka mintalah kepada pemilik dari jiwa-jiwa itu untuk membuatnya lunak. Anda tau, penguji I saya terkenal killer dan sarkas.


Kini saya merasakan efek dari doa itu seperti apa. Berdoa itu harus sungguh-sungguh, tak putus asa, dan harus detail dalam meminta. Dan dikabulkannya doa ini adalah hanya karena kemurahan hati Tuhan padaku. Alhamdulillah.

Anda tau, doa bisa menjadi perubah takdir.
Itulah yang sering dikatakan oleh Aa Gym dalam ceramahnya.

janji aan

april sudah datang. Rasanya baru kemaren tahun baruan.
apa yang sudah kamu lakukan? coba tanya hatimu.

oh, aku hanya baru melaksanakan satu ujian dalam kuliahku.

Bagaimana ujian dalam hidup? hmmm.. aku belum mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian hidup ini.

Jadi, mulai sekarang aku telah memprogram hal-hal apa saja yang harus kulakukan. Aku akan membaca lagi semua buku-buku akuntansi dan buku tentang pengajaran. Rasanya aku hampir lupa ilmu yang kudapatkan selama ku di bangku kuliah. ternyata, ketika ilmu yang kau miliki tak kau amalkan, rasanya semua itu tak ada gunanya, rasanya otakmu hanya akan menggilas habis tak bersisa semua ilmu itu.

Aku juga akan belajar memasak. Tapi tidak dalam waktu dekat sih. karena tujuan jangka pendek ku bukan ini. mungkin dua bulan yang akan datang, ketika aku sudah selesai menyerap kembali semua ilmu akuntansi.

Aku akan berusaha lagi menghapal ayat-ayat quran. karena, rasanya sholatku hanya membaca dan mengulangi surat yang itu-itu saja. oh aku bosan.

hanya segitu yang bisa kutulis dalam postingan ini.
selebihnya (menyangkut hal-hal yang terlalu pribadi dan tak pantas rasanya hal itu untuk dibagi), akan aku simpan dalam diaryku saja.

Intinya, aku sedang belajar. Doakan aku mampu ya kawan.

2 April 2011

tong geer lah

gak usah ngerasa kegeeran.
gak usah ngerasa semua update statusku itu buat kamu.
gak usah juga ngerasa kamu masih jadi pikiran aku.

tak perlu kamu bertanya status itu untuk siapa.
tak perlu merasa kau masih sebagai orang yang penting dalam hidupku.

semua itu hanya masa lalu.
dan manusia tak pernah hidup dalam masa lalunya.


kamu nampaknya lupa bahwa aku miliki slogan "apa yang kutulis belum tentu apa yang kurasa"


P.S : Postingan ini benar adanya apa yang kurasa. selahkan bagi yang tersindir untuk segera sadar. yucks!!

sebuah april mop

dapet tulisan ini dari seseorang di status FB seorang teman. dulu sebenarnya udah denger sekilas sih tentang kisah dibalik april mop ini. namun baru kemarin saya dapet tulisan jelasnya. berikut cuplikannya. SAKSIKANLAH saudara-saudara!!


1 April 2011

itulah perbedaannya

seorang teman dari tempat yang jauh datang padaku. lama kami berteman, namun hanya sebentar saja kami bersahabat. ah, sesalku kenapa tidak dari dulu kami begitu dekat. kini ia berada di kampung halamannya hidup bersama ibu dan adiknya.

Ia selalu berceloteh kalau ia ingin segera meninggalkan kota kelahiranku ini. tujuannya hanya satu, demi membahagiakan orang tua. dengan cara ingin menghemat semua pengeluaran saat ia kuliah di kota ini. sudah dua bulan kami tak bertemu.

kudengar kabar darinya kalau ia telah bekerja di sebuah pabrik menjadi staf keuangan. senang rasanya mendengar dia senang juga. Kini tinggal aku yang mencari rezeki dan harus menemukan jalannya. saat aku sedang menjadi pager ayu di sebuah pernikahan seorang sepupu, sms menyesakkan datang padaku darinya.

dia berkata bahwa ternyata hidup di kampung halamannya itu adalah tak seindah perkiraannya. Setiap hari ada lima bank keliling yang menagih di depan rumahnya. setiap hari juga suasana rumahnya harus sesunyi mungkin agar menciptakan kesan bahwa tak ada orang yang mendiami rumah itu.

Setiap hari ia hanya menangis.

beberapa minggu kemudian dia bercerita bahwa aliran listrik di rumahnya diputus dikarenakan belum membayar tagihan listrik.
malam tadi dia bercerita padaku bahwa ada kemungkinan ibunya dipenjara kalau keluarganya tak mampu membayar seluruh hutangnya.


Oh Tuhan, aku tak mampu berbuat apa-apa. tanganku tak kuasa untuk membantu temanku yang malang itu. Tapi aku tak tega melihat ia begitu sedih seperti ini. Hutang yang awalnya 500rb kini harus ia bayar beserta bunganya menjadi 3.700.000. duhai bunga yang fantastis.

Oh Tuhan, mampuku hanya mendoakan dia dari jauh. Semoga ia dan keluarganya selamat dari kejahatan dunia ini. semoga ia mampu membayar lunas seluruh hutang-hutangnya. Semoga Engkau memudahkan rizki dan barokahkanlah rizki mereka.


kawan, aku menyayangimu. Aku tahu bagaimana hidupmu pun di kota ini. Kamu bukan orang yang bermewah mewahan. Aku tahu kau belum bisa membayar seluruh hutangmu adalah karena memang belum punya uang. bukan seperti MEREKA yang begitu bermewah-mewahan dalam hidup ini, namun untuk bayar hutang pun sungguh tak ada niat baik mengembalikannya.

itulah perbedaanmu dengan mereka. Hutang ibumu adalah demi menyekolahkan engkau dan adikmu hingga bisa menjadi orang besar.

itulah perbedaanmu dengan mereka. Hutang mereka adalah demi memuaskan nafsu belaka. mengkredit barang demi memuaskan gengsi hidup. Ah aku benci