Ia selalu berceloteh kalau ia ingin segera meninggalkan kota kelahiranku ini. tujuannya hanya satu, demi membahagiakan orang tua. dengan cara ingin menghemat semua pengeluaran saat ia kuliah di kota ini. sudah dua bulan kami tak bertemu.
kudengar kabar darinya kalau ia telah bekerja di sebuah pabrik menjadi staf keuangan. senang rasanya mendengar dia senang juga. Kini tinggal aku yang mencari rezeki dan harus menemukan jalannya. saat aku sedang menjadi pager ayu di sebuah pernikahan seorang sepupu, sms menyesakkan datang padaku darinya.
dia berkata bahwa ternyata hidup di kampung halamannya itu adalah tak seindah perkiraannya. Setiap hari ada lima bank keliling yang menagih di depan rumahnya. setiap hari juga suasana rumahnya harus sesunyi mungkin agar menciptakan kesan bahwa tak ada orang yang mendiami rumah itu.
Setiap hari ia hanya menangis.
beberapa minggu kemudian dia bercerita bahwa aliran listrik di rumahnya diputus dikarenakan belum membayar tagihan listrik.
malam tadi dia bercerita padaku bahwa ada kemungkinan ibunya dipenjara kalau keluarganya tak mampu membayar seluruh hutangnya.
Oh Tuhan, aku tak mampu berbuat apa-apa. tanganku tak kuasa untuk membantu temanku yang malang itu. Tapi aku tak tega melihat ia begitu sedih seperti ini. Hutang yang awalnya 500rb kini harus ia bayar beserta bunganya menjadi 3.700.000. duhai bunga yang fantastis.
Oh Tuhan, mampuku hanya mendoakan dia dari jauh. Semoga ia dan keluarganya selamat dari kejahatan dunia ini. semoga ia mampu membayar lunas seluruh hutang-hutangnya. Semoga Engkau memudahkan rizki dan barokahkanlah rizki mereka.
kawan, aku menyayangimu. Aku tahu bagaimana hidupmu pun di kota ini. Kamu bukan orang yang bermewah mewahan. Aku tahu kau belum bisa membayar seluruh hutangmu adalah karena memang belum punya uang. bukan seperti MEREKA yang begitu bermewah-mewahan dalam hidup ini, namun untuk bayar hutang pun sungguh tak ada niat baik mengembalikannya.
itulah perbedaanmu dengan mereka. Hutang ibumu adalah demi menyekolahkan engkau dan adikmu hingga bisa menjadi orang besar.
itulah perbedaanmu dengan mereka. Hutang mereka adalah demi memuaskan nafsu belaka. mengkredit barang demi memuaskan gengsi hidup. Ah aku benci
Tidak ada komentar:
Posting Komentar