29 Januari 2011

antara damri, pedagang asongan, dan seorang wanita

hari ini aku memang tidak berniat kemana-mana. rasanya ingin menghabiskan berdiam diri di rumah saja. namun mamahku memaksaku untuk membelikan sepatu sekolah bagi adikku yang memang agak-agak manja. tapi ya sudahlah, mungkin aku adalah orang yang begitu diandalkan oleh mereka. amien.

aku pun pergi meninggalkan rumah hanya memakai sendal jepit, jaket jeans, celana jeans, dan T-shirt kuning. udara agak panas diluar, namun ketika aku menaiki BUS TMB gemeritik hujan membasahi jalan. untunglah aku membawa payung, pikirku saat itu.

tiba di leuwi panjang, udara kembali panas. Tak terlihat akan pertanda hujan sama sekali. aku pun berjalan cepat karena aku tak suka hawa panas. Ingin aku segera menaiki bus berikutnya, sang damri tersayang.

dari jarak 10 meter aku bisa melihat bahwa nampaknya bus idolaku itu sudah penuh. Dengan penuh harapan aku berdoa semoga aku bisa mendapatkan tempat duduk.

mataku tertuju pada sebuah bangku kedua dari depan yang berada di sebelah kiri sang supir. Terlihat bangku kosong di sebelah teteh-teteh yang berperawakan besar memakai kerudung yang cantik. Syukurlah aku bisa duduk dalam bis ini.

perhatianku langsung teralihkan saat melihat seorang wanita yang duduk persis di belakang supir. badannya begitu besar, namun satu hal yang menarik perhatian para penumpang siang itu adalah tentang pakaiannya yang begitu terbuka. Sang wanita itu memakai tank top yang memantulkan punggung dan bagian dada yang terbuka lebar. tak lupa tali BH hitamnya pun ikut terlihat.

sejenak aku pun melihat dia sebagai sosok yang begitu berani dan penuh percaya diri. dalam hiruk pikuk angkutan umum yang murah seperti ini, dia begitu lantang memakai pakaian seperti itu. lemaknya yang bergerombol tak meluluhkan semangatnya demi membela nafsu semata.

pedagang pun begitu banyak yang berlalu lalang. Semuanya menawarkan dagangannya hanya demi sesuap nasi yang entah berapa besarnya.
seorang penjual jarum pentul tak lupa ketingalan menjajakan dagangannya. aku memperhatikan dia yang terlihat cuek pada wanita itu. Namun saat berada di samping wanita itu, sang penjual penitik diam sesaat sambil melihat ke daerah bagian dada wanita itu. hmm, malu malu tapi mau nih pedagang yang satu ini, pikirku.

yang lebih membuat saya terkesima adalah ternyata ada seorang pedagang asongan yang lebih berani daripada wanita besar tersebut. pertama kali memasukkan kakinya ke dalam bus itu, sang pedagang langsung berteriak lantang seraya mengekspresikan wajah kaget dan bodohnya "ASTAGFIRULLAHHALADZHIM" karena melihat wanita tersebut.

semua penumpang hanya bisa tertawa melihat kejadian tersebut. jujur, aku pun tertawa sambil mengerutu mengatakan bahwa sang pedagang tersebut begitu lebay.

selama 10 menit dari kejadian tersebut aku masih tersenyum simpul. Oh, untunglah aku bukan wanita tersebut. Tak dapat kubayangkan bagaimana mukaku saat itu jika aku adalah sang pemakai tank top tersebut.

anda sendirilah yang menentukan bagaimana anda terlihat.

27 Januari 2011

rambut aku yang ...



udah lama sekali saya tidak nulis di blog ini (baca : curhat + Ngedumel..)

hehe.. jadi kadang bingung mau ngomong apaan.

akhir-akhir ini saya ngerasa banget kepala ini begit
u ringan (dulu mah biasanya berat soalnya suka ada batu ikut nongkrong.. hehe).. enggak lah

yang pasti sih sekarang jadi ringan gara-gara rambut saya dibabat ampe cepak gitu.
alasan kenapa rambut an pake cepak segala sih gara-garanya rambut dan kulit kepala ini begitu bermasalah.
Ya rontok lah, ya bercabanglah, ya patah-patah lah
(berasa Anisa bahar), ya ketombean lah, ya juga kutuan.. CKCK.. kompilasi sekali kepala saya ini.. hehe

ups.. itu alasan yang pake otaknya.
kalo alasan pake hati sih gara-garanya an lagi kepincut banget sama tokoh Yang Mi Sun di BLAD (bread, Love and dreams).
rambut dia sih sebenernya biasa aja, pendek serta berponi.
tapi karakternya an suka banget di film itu.
ceria, polos, perhatian dan kalo lagi cemburuan ama Tak Gu lucu banget.
(berasa mirip aan deh. ehhe)

nih rambutnya Mi sun (Lee Young Ah)


sebenernya an kalo potong rambut sih gak pernah ke salon.
an suka minta yang gratisan, ya kadang dipotongin temen lah, dipotongin si mamah lah, dipotongin paman aan yang biasa mangkas rambut laki2 juga pernah.
Gak tau kenapa saya bukan termasuk Gadis Salon.

nah, untuk model rambut yang ini saya maksa2in deh buat ke salon.
abisnya kalo dipotongin temen palingan bisanya potong lurus doang.
si mamah malah bisanya model Dora doang, ahha..
nah yang parah mah paman an. Beliau kalo motong an suka nganggep an ini cowo.
langsung aja dicepakin kagak ada modelnya.
jadi bingung dah saya ini cewek apa cowok. haha


oke, singkat cerita, datanglah saya ke sebuah salon.
pas tiba bagian pencukuran, ibu2 pemilik salon langsung nanya "mau model apa?"

dasar aan emang lagi oon,
harusnya an bilang kayak gini "model rambut Yang Mi sun, Bu. itu loh yang ada di film BLAD."
dan, anda tahu, yang keluar dari mulut saya adalah nama seorang "SARAH SECHAN".


jadilah rambut saya begitu cepak ala Jeng Sarah.. tapi tetep cantik
lah (maksain muji diri sendiri)
dan an gak nyesel punya rambut kayak gini.
begitu ringan, mudah perawatan, dan begitu hemat dalam pemakaian Shampoo (maklum, ceritanya lagi berhemat).


reaksi orang2 di rumah sih biasa aja.
yang heboh palingan ponakan an yang masih 2,5 tahun.
dia nunjuk2 aan terus sambil manggil2.. ckck, kayaknya dia belom biasa liat aan begitu macho.

eh si Mamah malah pernah salah ngira.
dia ngajakin an ngobrol sambil manggil nama kakak aan yang lelaki.
dohhh...