beruntung memang mamah saya begitu rajin mengajarkan saya tentang ilmu agama. Meskipun hanya sebatas kemampuan beliau saja. Mamah selalu mengingatkan saya untuk terus berdoa. Bukan kali ini saja sih. kejadian yang paling membekas adalah kejadian kemarin ketika saya menyelesaikan skripsi ini. BERDOALAh!! hal itu terus keluar dari mulut mamahku.
karena rasa gelisah dan merasa kemampuan otakku yang memang pas pasan, aku berdoa selesai ku shalat. Dulu aku memang berdoa, tapi aku tak secara detail meminta kepada Tuhan, hal apa saja yang kuinginkan. Doaku ketika mengerjakan skripsi ini adalah agar aku diberikan penguji yang baik hati, penguji yang melontarkan pertanyaan yang aku mampu menjawabnya, penguji yang akan senang ketika melihat aku berada di depan mereka. Sering aku berdoa seperti itu.
dan ketika ujian sidang itu tiba, aku masih saja deg-degan bahkan dalam presentasiku ini suaraku terdengar bergetar. Namun ketika para penguji itu melihat skripsi yang aku bawa begitu keriting, sontak mereka pun tertawa. Entahlah, sidangku penuh dengan tawa. lagipula, saat aku tak mampu menjawab pertanyaan dari mereka, aku hanya menggeleng, dan para penguji begitu baik menyuruhku "oke, nanti cari saja sendiri".
bahkan hal yang paling penting dalam skripsiku yang begitu ditanyakan oleh penguji I, pembimbingku maju untuk membelaku. WOW, satu jam yang rasanya sebentar saja.
Para penguji itu ternyata memang ciptaan Tuhan. Saat rasanya kau tak mampu menghadapi seseorang, maka mintalah kepada pemilik dari jiwa-jiwa itu untuk membuatnya lunak. Anda tau, penguji I saya terkenal killer dan sarkas.
Kini saya merasakan efek dari doa itu seperti apa. Berdoa itu harus sungguh-sungguh, tak putus asa, dan harus detail dalam meminta. Dan dikabulkannya doa ini adalah hanya karena kemurahan hati Tuhan padaku. Alhamdulillah.
Anda tau, doa bisa menjadi perubah takdir.
Itulah yang sering dikatakan oleh Aa Gym dalam ceramahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar