- kekentalan (Viskositas). Madu yang baru diekstrak berbentuk cairan kental. kekentalannya tergantung dari komposisi madu, terutama kandungan airnya.
- Kepadatan (densitas). madu memiliki ciri khas yaitu kepadatannya akan mengikuti gaya gravitasi sesuai berat jenis. bagian madu yang kaya akan air akan berada diatas bagian madu yang lebih apdat dan kental.
- Sifat Menarik Air (Higroskopis). madu bersifat menyerap air sehingga akan bertambah encer dan akan menyerap kelembaban udara sekitarnya.
- Tegangan Permukaan (Surface Tension). madu memiliki tegangan permukaan yang rendah sehingga sering digunakan sebagai campuran kosmetik. sifat tegangan permukaan yang rendah dan kekentalan tinggi membuat madu memiliki ciri khas membentuk busa.
- Suhu. madu memiliki sifat lambat menyerap suhu lingkungan, tergantung dari komposisi dan derajat pengkristalannya. dengan sifat yang mampu menyerap panas dan kekentalan yang tinggi menyebabkan madu mudah mengalami overheating (kelebihan panas) sehingga pengadukan dan pemanasan madu haruslah dilakukan secara hati-hati.
- Warna. warna madu bervariasi dari transparan hingga tidak berwarna, dari warna terang hingga hitam. warna dasar madu adalah kuning kecoklatan. warna madu dipengaruhi oleh sumber nektar, usia madu dan penyimpanan
- aroma. aroma madu yang khas disebabkan oleh kandungan zat organiknya yang mudah menguap (volatil). aroma madu bersumber dari zat yang dihasilkan sel kelenjar bunga yang tercampur dalam nektar dan juga karena proses fermenatsi dari gula, asam amino dan vitamin selama pematangan madu. Aroma madu cenderung tidak menetap karena zat ini akan menguap seiring waktu, terutama bila madu tidak disimpan dengan baik.

- Rasa. Rasa madu yang khas ditentukan oleh kandungan asam organikdan karbohidratnya, juga dipengaruhi oleh sumber nektarnya. kebanyakan madu rasanya manis dan agak asam. Manisnya madu ditentukan oleh rasio karbohidrat yang terkandung dalam nektar tanaman yang menjadi sumber madu. Rasa madu yang berubah bila disimpan pada kondisi yang tidak cocok dan suhu yang tinggi yaitu menjadi kurang enak dan masam.
- Sifat Mengkristal (kristalisasi). Madu cenderung mengkristal pada proses penyimpanan di suhu kamar. banyak orang berfikir bila madu mengkristal berarti kualitas madu buruk atau sudah ditambahkan gula. madu yang mengkristal merupakan akibat dari pembentukan kristal glukosa monohidrat, tergantung dari komposisi dan kondisi penyimpanan madu. makin rendah kandungan airnya dan makin tinggi kadar glukosanya, makin cepat terjadi pengkristalan
- Memutar Optik. Madu memiliki kemampuan mengubah sudut putaran cahaya terpolarisasi. kemampuan ini disebabkan kandungan zat gula yang spesifik di dalam madu.
Sumber : brosur dari Info Habbats . alamat web Habbats : www.habbatsonline.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar