16 September 2010

apa coba?


Apa yang kamu lakukan ketika mengetahui bahwa kamu disukai?

Senang?, Mengucapkan terima kasih?, Atau sekedar merasa bangga atas pencapaian diri hingga orang2 bisa begitu menyukaimu?

Lalu, apa yang akan kamu lakukan ketika orang2 sekelilingmu mencacimu, Membencimu, merasa kau tak layak hadir dalam kehidupan mereka, merasa kau terlalu sok untuk menjadi Nampak hebat seperti sekarang ?

Mungkin iya harus bersedih hati. Namun tak jua harus kau dendam pada mereka yang mencacimu.

Satu hal yang pertama kali (eh kedua) yang harus kau lakukan adalah INTROSPEKSI

Yupz, introspeksi

Mungkin kamu merasa bahwa dirimu selama ini adalah orang baik, hingga datanglah hinaan dan gunjingan itu. Saya pikir tiap orang harus mengalami yang namanya hinaan (bahasa halusnya menerima KRITIKAN). Tanpa sebuah kritikan kita tidak akan jujur menilai diri sendiri itu bagaimana. Entah berapa banyak orang yangs elalu terbuai pujian hingga merasakan bahwa dirinya terlalu suci untuk dijangkau oleh sebuah keburukan. Mungkin memang benar apa yang dikatakan oleh mereka tentang keburukanmu itu, mungkin memang benar.

Hal yang ketiga, MAAFKANLAH dirimu sendiri

Bagaimana memaafkan diri sendiri? Terkadang untuk memaafkan orang lain pun sulit. Ya memang betul, memaafkan itu adalah hal yang sulit, namun tak terkira betapa mulianya hati seorang pemaaf. Janganlah dengan kebencian orang2 terhadapmu menjadikanmu merasa tak layak hidup, tak layak untuk menjalani hidup yang lebih baik lagi. Apalagi hingga terpekur ke dalam sudut kesedihan begitu lama dan tak ingin bangkit lagi.

Yang keempat, bertaubatlah (tapi jangan taubat sambel yaa)

Sebuah kritikan harusnya membuat kita menjadi orang yang lebih baik lagi. Membuat kita berpikir tentang diri kita yang sebenarnya. yakinlah bahwa kritikan yang meskipun rasanya sesakit pedang menusuk jantungmu (lebay banget bahasanya), adalah kebaikan yang diolesi oleh sedikit hentakan dalam hidupmu


Yang kelima, mari pikirkan apalagi yang harus dilakukan

ini mah buat diri sendiri, hanya nasihat kecil untuk diri pendosa ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar