aku pun pergi meninggalkan rumah hanya memakai sendal jepit, jaket jeans, celana jeans, dan T-shirt kuning. udara agak panas diluar, namun ketika aku menaiki BUS TMB gemeritik hujan membasahi jalan. untunglah aku membawa payung, pikirku saat itu.
tiba di leuwi panjang, udara kembali panas. Tak terlihat akan pertanda hujan sama sekali. aku pun berjalan cepat karena aku tak suka hawa panas. Ingin aku segera menaiki bus berikutnya, sang damri tersayang.
dari jarak 10 meter aku bisa melihat bahwa nampaknya bus idolaku itu sudah penuh. Dengan penuh harapan aku berdoa semoga aku bisa mendapatkan tempat duduk.
mataku tertuju pada sebuah bangku kedua dari depan yang berada di sebelah kiri sang supir. Terlihat bangku kosong di sebelah teteh-teteh yang berperawakan besar memakai kerudung yang cantik. Syukurlah aku bisa duduk dalam bis ini.
perhatianku langsung teralihkan saat melihat seorang wanita yang duduk persis di belakang supir. badannya begitu besar, namun satu hal yang menarik perhatian para penumpang siang itu adalah tentang pakaiannya yang begitu terbuka. Sang wanita itu memakai tank top yang memantulkan punggung dan bagian dada yang terbuka lebar. tak lupa tali BH hitamnya pun ikut terlihat.
sejenak aku pun melihat dia sebagai sosok yang begitu berani dan penuh percaya diri. dalam hiruk pikuk angkutan umum yang murah seperti ini, dia begitu lantang memakai pakaian seperti itu. lemaknya yang bergerombol tak meluluhkan semangatnya demi membela nafsu semata.
pedagang pun begitu banyak yang berlalu lalang. Semuanya menawarkan dagangannya hanya demi sesuap nasi yang entah berapa besarnya.
seorang penjual jarum pentul tak lupa ketingalan menjajakan dagangannya. aku memperhatikan dia yang terlihat cuek pada wanita itu. Namun saat berada di samping wanita itu, sang penjual penitik diam sesaat sambil melihat ke daerah bagian dada wanita itu. hmm, malu malu tapi mau nih pedagang yang satu ini, pikirku.
yang lebih membuat saya terkesima adalah ternyata ada seorang pedagang asongan yang lebih berani daripada wanita besar tersebut. pertama kali memasukkan kakinya ke dalam bus itu, sang pedagang langsung berteriak lantang seraya mengekspresikan wajah kaget dan bodohnya "ASTAGFIRULLAHHALADZHIM" karena melihat wanita tersebut.
semua penumpang hanya bisa tertawa melihat kejadian tersebut. jujur, aku pun tertawa sambil mengerutu mengatakan bahwa sang pedagang tersebut begitu lebay.
selama 10 menit dari kejadian tersebut aku masih tersenyum simpul. Oh, untunglah aku bukan wanita tersebut. Tak dapat kubayangkan bagaimana mukaku saat itu jika aku adalah sang pemakai tank top tersebut.
anda sendirilah yang menentukan bagaimana anda terlihat.
hmm, ini teh maksudnya cerita lucu atau mengharukan???
BalasHapuskalo ada pas kejadian mah lucu boisy..
BalasHapustapi an nulis ini teh perasaannya lagi campur aduk, jadi absurd dah..
mbahaha
lain lucu ieu mah, sinisme. kritik sosial.
BalasHapuslucu tau bor..
BalasHapuslucu da bikin ketawa. hahaha
*sarap*